Hello May

Hai Mei,

Sudah tanggal 4, dan apa kabarmu? Semoga bulan ini segera membaik ya. Atas semua hal yang terjadi di bulan lalu semoga bisa menjadi pembelajaran.

Maaf, mungkin aku sedang merasa entah, berjauhan denganmu tidak membuat diriku baik-baik saja.

Padahal harusnya aku paham, kamu di sana sedang mengejar mimpimu, cota-citamu.

 

 

 

 

Kembali Asing

kita pernah saling, namun akhirnya asing

membuat mimpi-mimpi kita hanya menjadi puing

lebih-lebih karena obrolan kita yang berujung membuatku rungsing

kamu berutang rasa

akupun sama

bisakah kita kembali menuai asa?

diammu membuatku menunggu

mencari tahu kapan kita akan bertemu

tapi ya sudahlah, toh waktu akan berlalu

dan seandainya kamu untukku

kamu akan menemuiku.

Tak Pantas

Pada akhirnya, mengenalmu merupakan anugerah bagiku

Segala perbincangan yang telah kita obrolkan membuatku berfikir, kaulah?

Walaupun aku sendiri sangsi, karena gengsi kita yang saling tinggi. Tapi kita sama-sama tahu kita saling mengisi.

Inginku pergi, namun kau selalu tahu arti dari kata menarikku kembali.

Jika aku tak ada kabar seharian, kau kelimlungan, membuatku tersenyum tertahan, sudahkah kau nyaman?

Tapi satu, aku merasa tak pantas untukmu, entahlah.

M.e.m.o

Aku bukan orang yang pintar menuliskan rasa, payah ya aku.

Sudah sekian tahun berlalu, dan bayanganmu tetap ada. Tetap membekas, tetap menimbulkan getaran tersendiri.

2006 silam, hal yang nggak pernah aku lupakan, tahun itu…. indah. Terlalu banyak cerita dongeng di luar sana, tapi ceritaku saat itu ialah salah satu yang terindah. Perhatianmu nyata, senyummu juga.

Terutama, kamu. Hanya kamu saja. Tanpa temanmu, tanpa jabatanmu, tanpa semua yang kau miliki, hanya kamu dan aku. Berbicara tentang banyak hal yang sekarang saja aku sedang mengulang kembali percakapan kita.

Tentang kamu yang selalu mendengarku, tentang kamu yang selalu menerima usulanku, tentang hal yang aku ngga tau, mungkin aku terlibat kebaperanku sendiri.

Tentang semua hal kecil yang selalu kamu bincangkan. Terus terang, aku rindu.

Now…

Nikmatilah hari ini, lupakanlah esok kan terjadi.

Selalu di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Momen-momen indah yang tercipta, kenanglah.

Usah memberi ruang untuk segala hal buruk, untuk apa kenangan indah kau campur dengan sesuatu yang menyakitkan?

Untuk apa?

Atas segala rindu dan segala temu, akankah penantianku sia-sia?

tak sadar

2018 hampir berakhir, dan kau tahu?

mengisi blog ini saja bisa kuhitung dengan jari, maafkan aku.

sesungguhnya aku rindu menulis di sini, banyak kata yang tertahan hanya karena, aku merasa entah untuk menuliskannya

sehingga, kupikir lebih baik diam, ya, diam

entahlah, 2018 ini membuatku banyak bersyukur, atas tahun yang amazing ini, dan ya, terima kasih, telah mewarnai hariku.

terpuruk

bolehkah aku menangis untuk kali ini saja?

merasa tak kuat, tak punya kuasa untuk berdamai dengan apa yang sudah terjadi

jikalau harus ikhlas, mohon maaf aku belum bisa

egois

sangat egois

tapi, apa dayaku menghadapi semua ini

kupikir dengan aku pergi, akan membuatmu berpikir

nyatanya tidak.