Rindu.

Rindu.
Satu kata itu yang menusuk kalbu
Satu kata yang membuatku termakan manisnya candu
Ya, rindu membuatku candu. Candu akan suaramu, tawamu, rupamu dan semuanya tentangmu.
Aku membenci jika aku harus mengakui aku rindu.
Karena aku akan meninggikan egoku agar kamu menomorsatukan aku.
Ah, aku memang terlalu naif dalam memaknai perkenalan ini.
Atau, aku yang terlalu dini untuk mengucapkan rindu?

Boleh kuakui? Aku rindu kamu mas, selayaknya perkenalan-perkenalan kita yg lalu. Layaknya pesan-pesan singkat yang kau kirim kepadaku, seperti kabar yang seringkali kau beritakan untukku. Ya, aku telah candu dengan euforia itu. 

Advertisements

Untukmu, mas

Hai, apa kabar mas?
Maaf… Suratku kali ini tanpa permisi menghampiri
Mas, terimakasih telah mengajari aku banyak hal, terutama dalam hal kesabaran.
Mas, terimakasih telah bisa untuk mendengarkan segala rengekanku, yng kadang membuatmu mengalikan jumlah sabarmu untukku
Mas, terimakasih untuk waktu yg pernah hadir, semoga selamanya akan tetap hadir.
terlalu banyak ucapan trimakasih untuk mas dari aku.
Dan terlalu banyak pula ucapan maaf dr aku.
Trimakasih telah jujur segala hal sama aku, aku g marah. Aku bangga mas mau jujur sama diri sendiri, sesuatu yang makin sulit dilakukan di jaman seperti ini.
Mas, masih mau mengenal kita lebih dalam kan?

Penantian pagi

pagi ini, udara panas menyelimuti
Ia tidak terbiasa dengan gigilnya pagi.
Burung berkicau, ayam berkokok menya.but datangnya pagi
Aku? Di sini masih bermimpi.
Mimpi yg indah, yg membuatmu acapkali meresah
Akankah penantianmu berujung sia-sia?
Kita memang tak pernah tahu jodoh kita siapa
Tuhan memang kadang tak adil dalam memanah hati
Tapi yang kutau, jika seseorang itu layak untuk ditunggu, tunggulah ia.

bimbang?

aku bimbang

bimbang dengan semua yang aku kerjakan

meragu dengan semua angan dan impian

akankah ini menjadi harapan yang nyata?

ataukah hanya akan menjadi harapan-harapan yang tak kunjung datang?

aku terkungkung dalam lamunan

dalam besutan mimpi-mimpi indah

dalam luka yang mengenal kata maaf,

dalam erangan kepahitan tentang emosi