Sebuah pilihan

Menyesal?

Mungkin aku hanya terkejut sedikit atas bahagiamu. 

Aku teringat

Pada bahagia2 yang pernah kita janjikan

Pada setiap kesempatan2 yang telah kita beri toleransi untuk tetap bersama

Hingga akhirnya kuputuskan pergi. 

Pergi dari hidupmu, karena kupikir bahagiamu bukan aku

Banyak perbedaan pemikiran yang tak bisa lagi kutoleransi

Dan banyak sekali perbedaan pola pikir yang berusaha kita samakan tapi ternyata tidak.

Bimbang, hingga akhirnya kucukupkan. 

Pulangmu

Tak pernah terfikir oleh saya untuk merindukanmu

Tapi kenapa kamu selalu hadir dalam setiap mimpi di tidur malam saya?

Kamu dan kharismamu mampu membuat saya menolehkan pandang sejenak

Menikmati kebersamaan kita daripada hiruk pikuk keramaian di sekitar kita

Aku rindu kamu dalam sunyi

Terlintas kamu dalam setiap sepi

Berharap jarak ini terkikis hingga tipis 

Berharap kita saling merendahkan ego dan gengsi

Kita lelah dalam setiap permainan. 

Menepilah

Dan akan kau temukan pulangmu di tempat yang indah.