Pamit

Saya mulai mengerti, menjadi bukan prioritasmu, itu begini rasanya. Saya paham, saya bukan satu-satunya yang ada dalam pikiranmu, bukan pula yang pertama ada di kehidupanmu, tidakkah saya egois?

Segala kenangan tentang kita, masih terekam baik di otak saya, kini saya menyadari, merelakanmu adalah jalan yang paling tepat, walaupun kamu paham saya tersayat.

Tapi, untuk apa saya memaksakan kamu untuk memahami saya, memasuki kehidupan saya, jika semuanya aja sudah tidak ada gunanya, saya hanya terbayang masa lalu, dan kamu ya kamu adalah bagian dari masa lalu saya.

Saya merindukan kamu, walaupun text singkat yang saya kirim tidak pernah kamu balas, tawa ringanmu yang mendengar nama saya disebut oleh salah satu kawanmu pun tidak membekas apa-apa. Saya mengerti, saya bukan siapa-siapa.

Di titik ini, saya merasa lelah, saya merasa yang saya perjuangkan tak ada gunanya, saya menyerah, biarlah kamu bahagia dengan apa-apa yang kamu pilih, karena kamu tahu, saya hanya akan diam melihatmu dari kejauhan.

Ini bukan masalah menunggu dan ditunggu, siap dan tidak siap, kita bahkan sudah jarang menautkan tawa berbagi duka. karena saya dan kamu sama-sama sadar, bagaimanapun keadaan kita, kita tidak akan bersama.

Saya pergi ya, untuk menuntaskan rasa dan menyerah sama semuanya tentang kita.

 

 

 

 

Advertisements

19 thoughts on “Pamit

  1. tidak ada kejadian di muka bumi ini yang hanya kebetulan semata, semua pasti ada alasannya, ada hikmah yang tersembunyi. Mungkin sekarang terasa berat, tapi suatu saat bisa jadi kita bersyukur karena mengalaminya…

  2. Malam2 baca ini jadi baper..

    Jika keputusan telah diambil
    Membiarkan dia
    Bahagia dengan caranya..

    Bukalah hati untuk yang lain… 😀

    Semoga dapat pasangan yang membahagiakan

  3. Aku pernah deeh…ngerasa begini.
    Dan setelah meninggalkannya bukan berarti kamu atau dia bertambah kebahagiaannya.
    Yang ada malah perasaan sedih (yang mendalam) dan keputus-asaan.

    Jadi ada baiknya semua masalah diselesaikan dengan komunikasi yang baik.
    Tidak dengan emosi sesaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s