Rasa punya jalannya sendiri – fiersa

Screenshot_2017-09-20-07-54-53

Aku percaya kepada tuhan

Jika kamu memang untukku, kita didekatkan

Bagaimanapun kita saling menjauhkan

Bagaimanapun aku berhenti memimpikan kita

Anganku terdiam beku, tak mau kehilangan kamu

Kehilangan semua momen dan impian itu

Kamu harusnya tahu, aku menunggumu

Dan

Usaha kita melawan jarak akankah terhenti begitu saja?

Tolong, jangan pergi, jangan dingin dan menutup hati kembali

Tolong, jangan seenaknya pergi setelah pintu ini kau buka paksa

Aku lupa, entah kapan kamu memasuki pikiran

Berdiam dengan betah di alam bawah sadarku

Menertawakanku dengan rindu yang mencekik

Aku hanya tahu, kamu tiba-tiba ada

Aku percaya

Kamu tahu tempat tujuanmu pulang

Itu aku

🙂

 

Ps : entah terbaca sama kamu atau enggak. Aku menunggumu akhir bulan ini. Dan kebahagiaan bulan-bulan berikutnya. Aamiin.

 

 

 

 

Advertisements

I hate me

Tak ada satupun balas darimu

Pun jika ada hanya sepatah dua patah kata

Seolah, tidak menjadi prioritasmu saja belum cukup

Haruskah aku tak acuh denganmu? Agar skor kita satu sama?

Sepertinya begitu

 

Baiklah, kuikuti caramu bermain.

Tak usahlah kau bersedih dan sok repot membujukku yang merajuk. Aku diam.

Biarkanlah, pada akhirnya kita lelah saling memahami, dan memilih semuanya sendiri

Aku benci diriku

Yang tak pernah bisa jujur.