Rasa punya jalannya sendiri – fiersa

Screenshot_2017-09-20-07-54-53

Aku percaya kepada tuhan

Jika kamu memang untukku, kita didekatkan

Bagaimanapun kita saling menjauhkan

Bagaimanapun aku berhenti memimpikan kita

Anganku terdiam beku, tak mau kehilangan kamu

Kehilangan semua momen dan impian itu

Kamu harusnya tahu, aku menunggumu

Dan

Usaha kita melawan jarak akankah terhenti begitu saja?

Tolong, jangan pergi, jangan dingin dan menutup hati kembali

Tolong, jangan seenaknya pergi setelah pintu ini kau buka paksa

Aku lupa, entah kapan kamu memasuki pikiran

Berdiam dengan betah di alam bawah sadarku

Menertawakanku dengan rindu yang mencekik

Aku hanya tahu, kamu tiba-tiba ada

Aku percaya

Kamu tahu tempat tujuanmu pulang

Itu aku

πŸ™‚

 

Ps : entah terbaca sama kamu atau enggak. Aku menunggumu akhir bulan ini. Dan kebahagiaan bulan-bulan berikutnya. Aamiin.

 

 

 

 

Advertisements

22 thoughts on “Rasa punya jalannya sendiri – fiersa

  1. Aku sebenarnya baru-baru ini aja tau kalo Fiersa ini menulis buku genre romantis.
    Apa lagi booming tipikal yang begini yaa?
    Sejenis sama Bara dan Boy Candra?

    Nyeess ((mengingatkan jaman pacaran duluuu))
    Ahhaii~~

  2. Romantis banget, mau donk suamiku dikasih pinjam buku yang romantis kaya gini biar bisa romantis juga, kan bisa buat istrinya awet muda digombalin terus. Tapi baca puisi diatas dalam banget yaa maknanya apalagi kalo kita jomblo

  3. Wah..dah lama juga aku gak bikin puisi …baper begini… dulu galau nunggu jodoh juga gini hahahaha..

    Eh.. tapi baris kedua dan ketiga jangan bertentangan dong…
    Minta dekatkan..tapi bagaimanapun saling berjauhan…

    Ya udah datengin ..atuh..he2 gak;usah mau jauh2

  4. itu dari salah satu kutipan tulisan si fiersa ya mba? baru tau sih pengarang yang namanya Fiersa akan tetapi, kayanya bagus juga nih untuk dibaca. Ada unsur romancenya lagi lumayan buat bacaan apabila lagi badmood nih. Tetapi, apakah sudah dijual di gramedia terdekat?

  5. Gitu ya kalo udah terlanjur cinta, yakin banget kalo dia emang untuk kita. Hihihi. Tapi meski udah percaya banget, harus tetep yakin kalau Tuhan yang Maha Kuasa. Kalau dia akhirnya bukan untuk kita, kita harus terima.
    *eh ini ngomong apaan saya πŸ˜€

  6. Aku adalah rumah untukmu pulang.
    ups.. salah,
    Kamu tahu tempat tujuanmu pulang: Itu aku
    Memang, kalau pandai berpuisi, permainan kata lebih bervariasi dan indah.
    AKu selalu dihantui pemahaman bahwa puisi adalah karya sastra tertinggi. Sialnya, pemahaman ini malah mematikan kreativitas berpuisiku. Jadi ngerasa tak pernah indah. Duh…

  7. Ini kayaknya curcol ya? Kalian PJJ? Alias pacaran jarak jauh? Berat itu, semoga kuat ya, soalnya PJJ itugodaanny berat. Pasti mbk di tempat mbak bnyak digodain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s