Menunggu

Masih terekam jelas ingatan 10 tahun lalu

Aku dan kamu 

Berjalan beriringan

Menyamakan langkah

Tapi tak menjadi kita

Hingga, aku hampir dibuat percaya

Aku dan kamu tak pernah mampu untuk saling bersama

Tapi sekarang, 

Bolehkah aku menaruh sedikit harap? 

Entahlah

Bersamamu ialah sebuah kemewahan

Terlalu lama kita berjalan sendiri-sendiri dalam mencari bahagia masing2 kita

Aku, di sini
Menunggu. 

sekelumit kisah tentang rjshopindo

u know what?

semalam aku belajar banyak hal, dipaksa untuk mengerti dan menerima keadaan yang ada, dan tidak mau membuat banyak drama

aku bersyukur, di sekelilingku masih banyak yang menguatkan, bahkan kalian, teman2 yang aku kenal lewat dunia blog, mensupport dengan positif apa yang aku lakukan.

terima kasih, dukungan kalian membuat mentalku jauh lebih kuat. beberapa vendor dan supplier pun berkata “kalo ada event ginian, kabari aja mbak. kita join”

sepercaya itu. padahal aku hanyalah anak pupuk bawang di dunia marketplace. ketemu juga belum, main percaya aja naruh barang sebanyak itu.

event ini memberikan aku banyak pelajaran, sebagai event terserius yang pertama kali aku lakukan.

terlambat memang, cuma kalo tidak sekarang, kapan lagi?

semakin banyak alasan untuk tidak memulai kan?

anggap saja ini belajar bagaimana caranya untuk mengendalikan bisnis dan memenejnya dengan baik.

kepala tiga, masih bisa bekerja sama, aku yang sedikit baperan dan perasa, bertemu dengan orang yang rasional.

bahwa dalam bisnis, harus tega. tega bertujuan untuk mengendalikan diri sendiri dari kelalaian yang ada.

kasih baper dikit, kelar.

ga jalan

terima kasih lingkungan sekitarku sudah sangat mendukung,

tanpa kalian, rjshopindo ini bukanlah apa-apa di kancah persaingan nasional.

sekarangpun, belum menjadi apa2, hanyalah remah kecil di kota semarang,

 

semoga remahan ini bisa menjadi biskuit dengan segera aamiin

 

ah ini tulisan apa.

hanya sebuah uneg2 yang mengganjal dari semalam.

dan publish di sini, agar bisa menjadi reminder untukku. ya untukku

agar ke depannya tidak melakukan kesalahan yang sama dua kali.

 

terima kasih, kalian. aku senang. acara ini sangat fun.

cheers

😀

Rindu ini sedang berada di puncaknya

malam ini rinduku memuncak lagi

baumu memenuhi seisi rumah, sesaat aku terdiam dan berpikir kamu telah pulang

ternyata itu hanya anganku saja

karena setelah kumenghitung tanggal, belum saatnya kamu pulang

sesak

terisak

sungguh sangat ingin kamu ada di sini, memberi semangat dan menjadi sandaranku untuk berkeluh kesah ataupun hanya sekedar menepuk bahuku dan mengusap kepalaku penuh sayang.

tapi beberapa bulan ini, betapa berat kita menyamai langkah, seringkali kita berdebat tanpa ada ujungnya

ego berbicara,

hingga kau pergi pun, kita masih belum bisa berkomunikasi dengan baik

betapa rindunya aku saat dulu, yang menceritakan segala sesuatu kepadamu tanpa beban, dan penuh tawa

aku tahu, kamu kebingungan mendukungku, merestui segala inginku, dan tak memahami apa yang sedang aku lakukan untuk masa depanku,

aku paham, kamu belum tenang membiarkan aku sendiri, dengan segala hal yang aku pilih, tentang apa yang kulakukan,

“bloger? apa itu?” tanyamu suatu ketika

“online shop? buka kantor pos aja di rumah, kenapa ga buka toko offline sekalian?”

“jualan aksesoris cewek? kenapa ga yang besar sekalian nduk?”

“kamu beneran ga mau kerja di Bank mengikuti jejak ibumu? bukankah itu yang semua Sarjana Ekonomi inginkan?” tanyamu penuh harap yang hanya kujawab dengan gelengan mantap.

ayah, maaf. aku masih belum bisa membahagiakanmu, aku berproses dengan caraku sendiri, dan aku paham, langkah yang aku titi ini sangat pelan, di saat semua temanku sudah bisa membahagiakan orang tuanya, aku masih menyulitkanmu dengan menjadi beban pikiranmu.

tapi sejujurnya, malam ini aku merindukanmu dengan sangat. bahkan dengan pertengkaran2 kecil dan perdebatan kita yang tak ada ujungnya.

 

ps : sinyal di sana lagi jelek ya? email dan messagemu belum kuterima hari ini. juga sapaan pagimu di grup whatsapp keluarga tak tampak hari ini, semoga selalu sehat ya pak, aku tahu usaha dan jerih payahmu untuk tetap sehat, terimakasih telah bertahan untukku, putrimu.

dan, terimakasih telah menjadi ayah terhebat yang aku punya dalam hidupku, mendukungku walaupun penuh tanya,

aku bersyukur, memilikimu.

 

 

Canggung

Mengapa berpura-pura semua terlihat baik-baik saja itu menyakitkan?

Mengapa memasang topeng aku ga papa di depanmu itu meresahkan?

Maaf, jika terlalu menekanmu, terlalu memikirkan diri sendiri, membuatmu tidak nyaman

Dulu, kita tak pernah kehabisan pembicaraan, hal apapun selalu kita bincangkan dengan tawa

Sekarang? 

Canggung

Maaf jika buatmu tak nyaman, karena aku tak mengerti kamu sekarang

Lama tak bertemu membuat rasa yang ada di antara kita memudar. 

Tapi hatiku tidak. 

Tapi, tampaknya aku harus menyerah. 

Me…

Nye….

….Rah

Terhadapmu, terhadap mimpi indah kita. Tentang semua perbedaan kita. 
Sulit. 

Selamat ulang tahun, mas

Sejujurnya, aku melupakan sesuatu hari ini. Kebiasaan yang selalu kulakukan setiap tahun di hari lahirmu. Entah ada angin apa, di perjalanan pulang tiba2 aku bersenandung lagu selamat ulang tahun, tak seperti biasanya. Kemudian aku teringat tanggal hari ini, tanggal kelahiranmu. 

Pikiranku berkecamuk, kenapa ketika aku sudah mulai lupa, selalu diingatkan hal yang sama. Kamu. 

Selamat ulang tahun, mas. Semoga hari ini menjadi salah satu hari yang menyenangkan untukmu. Jangan lupa untuk berbahagia, karena acapkali luka sering mengingatkan kita untuk tidak bahagia. 

Yang kamu perlu tahu, kamu akan selalu ada dalam setiap doaku. 🙂

Aku belum tahu kapan aku akan melepaskan rasa ini, yang jelas sampai sekarang masih kamu dan selalu kamu, mas. 

Semoga segala harapanmu terkabul. Aku akan mengaminkan segala doamu mas. 

Sudah ya mas, kamu tahu kan kalau aku harus menata kembali hatiku? 

Dari, 

Aku yg belum pernah menjadi masa lalumu 

Salahku

Terimakasih, telah membuat hati ini jatuh sekali lagi

Kali ini bukan salahmu, tapi salahku yang tak sanggup melupakanmu di masa lalu

Masa-masa yang terekam baik di ingatanku

Masa-masa yang membuat aku rindu akan kamu

Peperangan kecil kita, adu debat sesuka hati kita, 

Kamu tahu, aku suka sekali orang pintar

Karena, kubisa membahas segala hal gila denganmu

Sekarang?

Masa lalu menjeratku

Ga pernah ada orang seperti kamu

Ga pernah

Dan ku tak tahu harus mencari ke mana lagi

Sebuah pilihan

Menyesal?

Mungkin aku hanya terkejut sedikit atas bahagiamu. 

Aku teringat

Pada bahagia2 yang pernah kita janjikan

Pada setiap kesempatan2 yang telah kita beri toleransi untuk tetap bersama

Hingga akhirnya kuputuskan pergi. 

Pergi dari hidupmu, karena kupikir bahagiamu bukan aku

Banyak perbedaan pemikiran yang tak bisa lagi kutoleransi

Dan banyak sekali perbedaan pola pikir yang berusaha kita samakan tapi ternyata tidak.

Bimbang, hingga akhirnya kucukupkan. 

Pulangmu

Tak pernah terfikir oleh saya untuk merindukanmu

Tapi kenapa kamu selalu hadir dalam setiap mimpi di tidur malam saya?

Kamu dan kharismamu mampu membuat saya menolehkan pandang sejenak

Menikmati kebersamaan kita daripada hiruk pikuk keramaian di sekitar kita

Aku rindu kamu dalam sunyi

Terlintas kamu dalam setiap sepi

Berharap jarak ini terkikis hingga tipis 

Berharap kita saling merendahkan ego dan gengsi

Kita lelah dalam setiap permainan. 

Menepilah

Dan akan kau temukan pulangmu di tempat yang indah. 

Semangat, mas

Entah apa yang akan kutuliskan untukmu

Dibalik wajah ceriamu itu, penuh palsu

Hidup itu fana, mas 

Kamu gak akan pernah tahu apa yang sebenarnya di gariskan untukmu

Aku tahu kamu sangatlah setia dan sayang padanya

Tapi, kamu dikhianati sebegitu dalam mas 

Pedih

Aku yang melihatmu terpuruk pun menangis melihat kamu yang jatuh dan berusaha bangkit sambil tersenyum

Aku salut mas, salut berbalut kalut

Kalut jika dia yang sekarang bersamamu tidak bisa membahagiakanmu

Bukan urusanku, aku tahu. Tapi kita layaknya saudara walau kenyataannya bukan

Tetaplah tegar dan kejar bahagiamu mas 🙂